Sejarah Kebun Raya Bogor
Pada tahun 1811, ketika perang Napoleon di eropa, Indonesia pada waktu itu bernama Hindia Belanda atau Nederlandsch
Indie, direbut oleh Inggris dari kekuasaan Belanda.ketika Napoleon jatuh (1815/1816) para pemimpin negara di Eropa
membuat perjanjian, antara lain tentang pembagian wilayah kekuasaan. Pada tahun 1816 Inggris menggembalikan kekuasaan
Indonesia ke tangan Belanda. Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda
mengembangkan ilmu pengetahuan, karena mereka tahun tegak dan kejayaannya Belanda ditandai antara lain dengan ilmu pengetahuan.
Untuk ini dikirimlah C.Th.Elout, A.A Boykens dan G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, ke Indonesia dan
Dr. Casper Goerge Carl Reinwardt selaku penasehat.
Taman Mexico
Taman ini disebut Taman Mexico karena koleksi tanaman
ini sebagian besar berasal dari Mexico, seperti kaktus,
Agave, Yucca, Komboja dan Pohon Lilin.
Taman Astrid
Berupa jalan kembar yang dibangun untuk memperingati kunjungan ratu astrid
dari Belgia tahun 1929. Ditengah-tengah jalan ini ditanami bunga tasbih(Canna hybrid)
dan di kiri kanan jalan ditanami pohon dammar(Agathis borneensi warb.)
Taman Bhineka
Taman ini dibangun untuk mengenang Sujana Kasan yang berjasa menjadi Kepala
Hortus Botanicus Bogoriensis(Kebun Raya Bogor), pada tahun 1959-1969.
Taman Bhineka
Sisi lain Taman Sujana Kasan atau disebut juga dengan Taman Bhineka.
Taman Mexico
Sisi lain Taman Mexico.
Taman Teisjmann
Taman ini dibangun oleh M Teub pada tahun 1884. Di Taman ini dibuat pula sebuah tugu peringatan
J.E. Teisjmann untuk mengenang jasa-jasanya. Teisjman menjabat sebagai Kepala Kebun Raya tahun
1831-1867. Taman ini berbentuk " Formal "(yang lazimnya si buat di eropa).
Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan Kebun Botani yang disampaikan kepada
G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris Jendral Hindia Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt.
Kebun Botani ini didirikan di samping Istana Gubernur Jendral di Bogor pada tanggal 18 Mei 1817, dilakukan
pemancangan patok pertama yang menandai berdirinya Kebun Raya yang diberi nama 'Slands Plantentiun te Buitenzorg'.
Berdirinya Kebun Raya ini menandai tegaknya kekuasaan Belanda dengan dimulainya kegiatan ilmu pengetahun Biologi,
terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi.
Setelah kemerdekaan, tahun 1949 "Slands Plantentiun te Buitenzorg" berganti nama menjadi
Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) dipimpin dan
dikelola oleh bangsa Indonesia, Direktur LPPA yang pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo.
Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis,
Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensisi dan Laboratorium Penyelidikan Laut.
Untuk pertama kalinya tahun 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kasan menggantikan J. Douglas.
Untuk perkembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor
membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu :
Kebun Raya Cibodas(Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas)di Jawa Barat, luasnya 120 Ha dengan ketinggian 1400 m,
didirikan oleh Teysman tahun 1866, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi
dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 Ha dengan Ketinggian 250 m,
untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof.
Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 m, untuk koleksi tanaman dataran
tinggi beriklim kering.
|
|