Penelitian Kebun Raya Bogor

Sekilas Penelitian Kebun Raya Bogor

Kebun Raya perlu mengembangkan penelitian-penelitian konservasi agar dapat melaksanakan tugas dan peran konservasinya secara efektif. Penelitian konservasi berbasis ekologi merupakan salah satu kelompok penelitian yang sangat penting bagi institusi ini.

Kelompok Penelitian Kebun Raya Bogor

  • Kelompok Penelitian Ekologi
  • Kelompok Penelitian Hortikultura
  • Kelompok Penelitian Taksonomi

Fasilitas Penelitian Kebun Raya Bogor

Fasilitas penunjang penelitian diantaranya :

  • Laboratorium Treub.
  • Laboratorium Kultur Jaringan.

Sekilas mengenai Penelitian di PKT Kebun Raya Bogor

Kebun Raya perlu mengembangkan penelitian-penelitian konservasi agar dapat melaksanakan tugas dan peran konservasinya secara efektif. Penelitian konservasi berbasis ekologi merupakan salah satu kelompok penelitian yang sangat penting bagi institusi ini. Melalui kegiatan penelitian konservasi berbasis ekologi, Kebun Raya dapat berperan lebih nyata dalam melestarikan dan mendayagunakan flora Indonesia. Dengan terbatasnya jumlah peneliti dan sumberdaya (termasuk peralatan penelitian dan pendanaan), studi dan penelitian perlu difokuskan kepada koleksi-koleksi utama yang telah dimiliki.

Selain itu, studi dan penelitian konservasi tumbuhan di Kebun Raya harus dirancang sebagai bagian integral dari upaya konservasi yang terpadu dan lebih luas (integrated conservation) dan tidak berhenti pada tataran preservasi saja. Kebun Raya harus tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ex situ yang pasif (misal sebagai captivity/refuge area), tetapi juga harus dapat berfungsi sebagai media penghubung yang efektif antara upaya konservasi ex situ dengan konservasi in situ. Dengan demikian Kebun Raya akan memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam konservasi dan sekaligus mempunyai identitas yang jelas.

Dalam rangka membangun kompetensi dan otoritas keilmiahan (mengingat dimensi konservasi yang sangat luas), Kebun Raya harus mengidentifikasi dan mengembangkan program-program konservasi aktif yang spesifik, dan menguasai berbagai teknik, metode dan perkembangan ilmu dan informasi konservasi terkini dari berbagai sumber dan dari berbagai belahan bumi. Selain itu, studi dan penelitian harus diarahkan kepada spesies-spesies tumbuhan Indonesia (to think globally but to act locally), khususnya yang terancam kepunahan (spesies-spesies fokal, endemik, atau flagships).