Bahasa:
Navigation: Home
Kategori
Wisata Flora
Link
Kalendar
September, 2010
MSSR KJS
   1234
5 67891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Unduh File

Hal: 1 |

Kebun Raya Batam

Pulau Batam mempunyai luas sekitar 415 Km² atau 400.000 ha. dengan kawasan hutan sekitar 23.430 ha atau sekitar 58,57% dari total daratan. Berdasarkan Keppres. No.41/1973 sebagai Zona Industri Kawasan Berikat (Bonded Zone) di bawah Badan Pengembangan Kawasan Industri Batam (Otorita Batam). Selain itu Pulau Batam (beserta Pulau Bintan dan Karimun) merupakan Kawasan Strategis Nasional untuk pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan dan merupakan simpul pengembangan wilayah segitiga ekonomi internasional yaitu Batam, Singapura dan Johor Baru. Sebagai zona industri P. Batam telah berkembang dengan pesat baik dari segi perekonomian maupun kependudukan. Hal ini menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian lingkungan terutama kawasan hutan dan pesisir (mangrove). Untuk itu Pemerintah kota Batam mempunyai rencana untuk membangun suatu kebun raya yang merupakan salah satu bentuk konservasi alam.

Lokasi Kebun Raya Batam:
Secara administratif kawasan calon Kebun Raya Batam terletak di Kelurahan Sambau Kacamatan Nongsa, berada di tepi Jalan Hang Lekiu Km. 4 – Nongsa. Lokasi tersebut berjarak 10 Km dari Bandara Hang Nadim atau 15 Km dari Batam Center. Lokasi ini merupakan kawasan pariwisata dan pintu masuk jalur internasional. Sedangkan berdasarkan posisi geografis, kawasan ini terletak pada koordinat 01º10’22.0” – 01º10’30.9” LU 104º 4’42.0” – 104º05’02.6” BT. Kawasan ini memiliki topografi yang berbukit dengan ketinggian berkisar antara 9 - 49 m dpl dan kemiringan antara 10 – 40%. Kondisi tanahnya berupa tanah organosol dan podsolik merah kuning, serta tanah alluvial pada daerah pesisir (mangrove)


Pulau Batam mempunyai iklim bertipe A, dengan suhu minimum 18,2°C dan maksimum 33.2°C. Suhu rata-rata sepanjang tahun berkisar antara 26,3 – 27,3°C. Curah hujan rata-rata pertahun 2278,5 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 215 hari.

Tema dan Koleksi:
Tema Kebun Raya Batam adalah Konservasi Tumbuhan Pulau-pulau kecil di Indonesia. Adapun rencana penyusunan koleksinya adalah berdasarkan biogeographic region, yang meliputi

  • Koleksi dari Kepulauan di wilayah Sundaland
  • Koleksi dari Kepulauan di wilayah Wallacea
  • Koleksi dari Kepulauan di wilayah New Guinea
  • Koleksi dari Kepulauan di wilayah Oceania
  • Koleksi dari Kepulauan di wilayah dunia lainnya

Taman tematik yang berupa maze garden, flower garden, children garden dan lain-lain juga direncanakan menjadi salah satu kekuatan kebun raya ini. Selain itu kawasan pesisir yang berupa hutan mangrove akan tetap dipertahankan sebagai daerah yang dihutankan (forested zone) yang dapat diakses dengan menggunakan jembatan/ track dari kayu.

Filosofi Bangunan
Dalam perannya sebagai National Single Window untuk dunia usaha dan perdagangan internasional, kota Batam telah berkembang menjadi kota modern dengan arsitektur bangunan yang modern, tetapi tidak meninggalkan fakta budaya Melayu yang masih melekat terutama dalam pemakaian nama-nama tokoh Melayu untuk fasilitas umum. Sehingga dalam pengembangan Kebun Raya Batam pemilihan desain ruang terbangun merupakan kombinasi antara arsitektur modern dengan akar budaya Melayu, seperti terlihat dalam gambar Masterplan.

Iconic building
Sebagai upaya untuk menarik pengunjung, akan dibangun wahana kereta gantung (Botanical Skyway) yang menghubungan zona penerimaan utama dengan zona penerima kedua. Wahana ini memberikan kesempatan pengunjung untuk menikmati koleksi dari sisi “bird view” dan juga kawasan sekitar Pulau Batam.