| September, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||
Selasa, 22 Juni 2010 - 07:16:14 WIBRafflesia Mekar Lagi di KRB
Diposting oleh : Ayi Doni Darussalam
Kategori: Berita Kebun - Dibaca: 378 kali

Bagi para pengunjung yang belum sempat melihat mekarnya bunga langka Rafflesia patma yang pertama 2 Mei lalu. Kesempatan itu terbuka lagi, pada Sabtu malam (19/6) bunga tersebut menunjukan tanda – tanda mekar di PKT Kebun Raya Bogor. Mekarnya tumbuhan langka yang hanya ada di Pangandaran Jawa Barat ini baru diketahui oleh Sofi Mursidawati yang merupakan peneliti dari bunga bangkai tersebut Minggu (20/6) sekitar 05.30 WIB.
Jika dilihat dari bentuk dan warnanya Rafflesia patma yang baru mekar ini mempunyai beberapa perbedaan dengan bunga yang mekar terlebih dahulu. Perbedaan tersebut terutama dari warna yang lebih cerah.
Rafflesia adalah tumbuhan yang sangat unik, sifat hidupnya mempesona berbagai kalangan terutama kalangan peneliti. Sampai saat ini teknik untuk menumbuhkan Rafflesia diluar habitatnya masih sangat sukar dilakukan. Untuk melihatnya orang harus datang langsung ke habitat aslinya. Hal ini tidak lain dikarenakan sifat biologisnya yang sangat rumit karena hidupnya yang bergantung pada inangnya yaitu Tetrastigma spp. yang berasal dari suku anggur-angguran (Vitaceae).
Usaha untuk membuatnya hidup di luar habitatnya sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu (1857) oleh peneliti-peneliti Belanda, namun banyak aspek kehidupan biologisnya yang masih menjadi misteri sehingga kelangkaan masih melekat pada tumbuhan ini. Keberhasilan membuatnya tumbuh di Kebun Raya Bogor adalah capaian yang menjadi batu loncatan karena merupakan buah ketekunan dari percobaan bertahun-tahun. Hasil percobaan ini diharapkan dapat diterapkan bagi jenis-jenis Rafflesia lainnya di Indonesia seperti R. arnoldi yang keberadaannya semakin tergusur oleh aktivitas manusia.
Di belahan dunia lain, Malaysia adalah negara yang pernah melakukan usaha sejenis. Namun tingkat keberhasilannya belum terlalu besar karena dilakukan di habitatnya sendiri. Bagi Kebun Raya Bogor walaupun ini bukan untuk pertama kalinya, namun hasil yang dicapai ini merupakan keberhasilan terbesar selama ini. Keberhasilan ini menumbuhkan optimisme bagi peneliti Rafflesia untuk terus mengembangkan teknik yang telah dikuasai.
Pernyataan bahwa “tidak mungkin Rafflesia ditumbuhkan di luar habitatnya” kini telah terjawab. Keberhasilan ini membuka peluang untuk tercapainya harapan bahwa Rafflesia ternyata mungkin bisa dikembangkan di luar habitat aslinya.
Akhirnya setelah melalui penelitian intensif sejak tahun 2004, bunga Rafflesia patma kini berada di Kebun Raya Bogor. Kebanyakan pengunjung Kebun Raya Bogor mengidentikkan Rafflesia dengan bunga bangkai (Amorpophallus titanum ) yang lebih dulu ada di Kebun Raya. Keduanya merupakan 2 jenis tumbuhan yang berbeda meski gelar bunga bangkai melekat pada keduanya karena ciri khasnya yang sama-sama berbau bangkai dan sama-sama berukuran raksasa. Amorpophallus titanum adalah tumbuhan berukuran raksasa yang termasuk dalam keluarga keladi-keladian (Araceae) sedangkan Rafflesia termasuk parasit raksasa dari keluarga Rafflesiaceae. Dengan tumbuhnya Rafflesia di Kebun Raya Bogor diharapkan dapat meluruskan persepsi, menambah wawasan dan meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap keanekaragaman hayati yang kita miliki.
Mempertahankan keberadaanya jauh lebih sulit karena secara biologis tumbuhan ini berevolusi dengan habitat aslinya yang mengakomodasi kehidupannya lewat berbagai faktor alam yang sangat rumit dan spesifik. Ia tergantung pada pohon inangnya, serangga penyerbuk, penyebar biji hingga iklim mikro dan makro. Untuk melakukan budidaya tentu saja habitatnya harus ditiru sebagaimana di alam.
Di samping menambah optimisme, mudah-mudahan pencapaian ini lebih menjadikan para peneliti ikut termotivasi dan berlomba-lomba dalam mencapai keberhasilan mengawal tumbuhan langka Indonesia agar kekayaan hayati kita masih dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (Sofi Mursidawati – Melani Kurnia Riswati/ KRB)
Komentar :
YUstian
28 Juni 2010 - 16:40:35 WIB
Wah luar Biasa!
Raflesia bukan hanya tanaman langka, tetapi juga merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia.
Jika tidak dipatenkan takutnya akan diklaim negara lain.
Salam,
Yustian
valent
02 Juli 2010 - 12:03:55 WIB
arghhh ga pernah liattttttt. pengen liatttt skarang juga ke bogor!! :|
Albert
09 Juli 2010 - 19:44:55 WIB
Besok bakal mekar lagi y?
anis
14 Juli 2010 - 15:25:45 WIB
aduh mekar lagi kapan ya.......
Komentar :
|
Pengunjung hari ini : 59 Total pengunjung : 27372 Hits hari ini : 525 Total Hits : 311444 Pengunjung Online: 7
|







Pengunjung hari ini : 59
Total pengunjung : 27372
Pengunjung Online: 7

