Language:
Navigation: Home
Categories
Flora Tourism
Link
Calendar
September, 2010
MSSR KJS
   1234
56 7891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Download File

Page: 1 |

 Kamis, 29 April 2010 - 10:47:40 WIB
Sri Rahayu : ‘…bukankah yang liar juga banyak yang indah?’
Diposting oleh : (Ika Sartika/KRB)
Kategori: Berita Kebun - Dibaca: 502 kali


Sosoknya yang mungil kadang tampil bersahaja, sering membuat orang terkecoh pada
peneliti KRB yang satu ini. Jangan dikira, dibalik tubuh mungilnya tersimpan rasa
keingintahuan yang besar akan keragaman flora Indonesia. Kecintaannya pada Hoya
bermula sejak pertama kali masuk KRB sebagai kandidat peneliti (1994). Jatuh cinta
pada pandangan pertama? Mungkin kalimat itu yang dapat menggambarkan kecintaan
dan kesetiaan Sri Rahayu, yang akrab dipanggil Yayuk ini untuk terus meneliti
Hoya dan beberapa jenis anggota suku Asclepiadaceae. Mengapa Asclepiadaceae? Karena
itulah satu-satunya kelompok tumbuhan yang tidak ia kenal di bangku kuliah dan
baru mengetahuinya saat pelatihan taksonomi di KRB saat itu.

Peneliti KRB yang kini sedang menyelesaikan studi S-3 di IPB ini sejak kecil ternyata
sering mengamati bunga-bunga liar yang tumbuh di lingkungan sekitar rumahnya.
Kadang merenung “Oooh… betapa indahnya bunga-bunga itu. Mengapa orang
tidak menanamnya di pekarangan rumah. Kenapa orang hanya cenderung menggunakan
yang sudah umum dipakai orang lain? Padahal jika tanaman hias ditanam karena keindahannya,
bukankah yang liar juga banyak yang indah? Belakangan (setelah kuliah) baru kemudian
aku menyadari bahwa perlu proses domestikasi, agar tumbuhan liar dapat di ’rumahkan’,
sesuai keperluan manusia. Dan menurut pengetahuan sejarah, Kebun Raya Bogor merupakan
salah satu tempat domestikasi tumbuhan tropis yang dimanfaatkan untuk meningkatkan
ekonomi Belanda pada abad 18-19. Dan aku bersyukur ternyata ditakdirkan menjadi
peneliti di dalamnya...”

Yayuk mulai mengumpulkan jenis-jenis Hoya dari berbagai pelosok nusantara melalui
kegiatan Eksplorasi Flora Nusantara. “Saya selalu nitip untuk dibawakan
Hoya pada teman-teman peneliti yang ke lapangan”, ujar wanita berkerudung
yang kemudian dikenal dengan sebutan Yayuk Hoya tsb. “Saat itu hanya 2 jenis
hoya yang dimiliki KRB (1994), kemudian bertambah menjadi sekitar 40 jenis (1998-2006)”.
Selain mengumpulkan spesimen Hoya dari berbagai daerah, saat ini Yayuk sedang
dalam proses mendapatkan hak PVT (Perlindungan Varietas Tanaman) yaitu semacam
Hak Paten untuk varietas tanaman baru hasil pemuliaan. PVT merupakan HKI (Hak
Kekayaan Intelektual) bagi peneliti dan lembaga yang menaunginya.

Perolehan varietas baru tersebut bermula dari perlakuan mutasi menggunakan penyinaran
/ radiasi dan perlakuan kimiawi terhadap Hoya diversifolia Blume , sehingga diperoleh
mutan (1996). Tanaman ini mulai berbunga tahun 2001 dan diseleksi hingga mendapatkan
varietas baru hasil seleksi yaitu Hoya Kusnoto atau H.Kusetya. Hoya Kusnoto memiliki
prospek pemasaran cukup tinggi, karena memiliki bunga warna putih polos yang hampir
jarang ditemui di marga Hoya. Biasanya karakter warna putih polos disukai sebagai
induk silangan untuk menghasilkan varietas-varitas baru berikutnya.

Sedangkan Aeschynanthus Soedjana Kassan atau A.Soeka merupakan varietas baru hasil
persilangan dua spesies, yaitu Aeschynanthus radicans kelopak hijau sebagai induk
betina (sumber putik) dan Aeschynanthus tricolor sebagai induk jantan (sumber
serbuk sari). Penyilangan dilakukan tahun 2001, kemudian berkecambah tahun 2002
dan berbunga tahun 2006. Setelah melalui tahap seleksi, diperolehlah varietas
baru A.Soeka yang memiliki karakter unik, yaitu tabung bunga lebih panjang dengan
corak garis-garis berwarna gelap. Kedua varietas ini merupakan varietas yang unik
serta baru, sehingga bisa dimintakan hak PVT-nya.

“Adalah Bapak Kuswata Kartawinata yang mengispirasi saya untuk mengabadikan
nama kedua tokoh LIPI dan KRB di saat awal pendiriannya. Semoga karya pertama
saya ini merupakan awal karya berikutnya yang dapat saya persembahkan bagi ibu
pertiwi..” pesan Yayuk mengakhiri wawancara jarak jauhnya melalui email.
(Ika Sartika/KRB).


Associated news

Comment :


Comment :
Name :
Website :
Comment
 
 (Enter code above)